简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Wall Street Melemah, Emas & Minyak Melonjak, Dolar AS Sentuh Level Terendah dalam 2 Bulan
Ikhtisar:Ikhtisar PasarPasar global pada hari Selasa bergerak mengikuti tiga tema utama. Pertama, tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah. Indeks SP 500 turun 0,52% ke 7.745,06, Nasdaq terkoreksi 0,32%,
Ikhtisar Pasar
Pasar global pada hari Selasa bergerak mengikuti tiga tema utama. Pertama, tiga indeks utama Wall Street ditutup melemah. Indeks S&P 500 turun 0,52% ke 7.745,06, Nasdaq terkoreksi 0,32%, dan Dow Jones turun 0,51%. Saham Meta merosot 3,5% dan menjadi penekan utama sektor teknologi berkapitalisasi besar. Di sisi lain, saham sektor penyimpanan data dan semikonduktor justru menguat, dengan SanDisk melonjak hampir 9% dan Western Digital naik lebih dari 5%.
Kedua, pasar komoditas menguat secara luas. Kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran setelah tenggat waktu 17 Agustus meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko pasokan di Selat Hormuz. Harga Brent naik 2,94% menjadi US$91,12 per barel, sementara WTI menguat 2,96% ke US$84,84. Pelemahan dolar AS turut mendorong aset safe haven, sehingga harga emas naik 2,31% menjadi 4.481,70, sedangkan perak bertambah 1,70% menjadi 66,09.
Ketiga, Indeks Dolar AS (DXY) melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan. Di saat yang sama, yuan offshore menguat menembus 6,74 per dolar AS, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Bitcoin kembali diperdagangkan di atas US$64.000. Sementara itu, pasar saham Tiongkok mencatat reli kuat dengan peningkatan volume transaksi. ChiNext Index melonjak 3,14% ke 3.740,16, Shenzhen Component Index naik 2,44%, dan Shanghai Composite Index menguat 1,41% ke 3.982,65. Kapitalisasi pasar CXMT (ChangXin Memory Technologies) juga berhasil melampaui 4 triliun yuan.
Sorotan Pasar● Apakah Reli Komoditas Dapat Berlanjut?
Lonjakan hampir 3% pada harga minyak lebih banyak dipicu oleh kebuntuan negosiasi AS-Iran dan meningkatnya risiko pasokan di Selat Hormuz, bukan oleh penguatan permintaan global. Apabila ketegangan geopolitik mereda, premi risiko pasokan berpotensi terkoreksi. Namun, pelemahan dolar AS serta meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai diperkirakan masih akan menopang harga emas dan perak. Investor perlu mencermati potensi perbedaan arah pergerakan di antara berbagai komoditas.
● Arus Dana pada Rantai Industri AI dan Semikonduktor
Pendapatan tahunan Anthropic yang telah melampaui US$65 miliar serta penguatan saham penyimpanan data dan semikonduktor menunjukkan bahwa permintaan terhadap infrastruktur komputasi AI masih terus meningkat. Di sisi lain, rencana pencatatan saham Unitree Robotics dan kapitalisasi pasar CXMT yang menembus 4 triliun yuan memperlihatkan bahwa sentimen terhadap sektor AI tetap kuat. Fokus pasar berikutnya adalah apakah tingkat pengembalian investasi industri mampu mengimbangi valuasi yang tinggi, serta apakah minat investor terhadap saham-saham baru dapat terus berlanjut.
Fokus Investor
Xiaomi dan Baidu akan merilis laporan keuangan serta mengadakan konferensi dengan investor.
Perkembangan kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta risiko pasokan di Selat Hormuz.
Arah pergerakan Indeks Dolar AS dan yuan offshore setelah menembus level 6,74.
Unitree Robotics dijadwalkan melantai di STAR Market pada 19 Agustus dengan harga penawaran 150,80 yuan per saham.
Kebijakan stimulus ekonomi Tiongkok setelah perlambatan data ekonomi bulan Juli.
Dampak pendapatan tahunan Anthropic yang melampaui US$65 miliar terhadap prospek industri AI dan semikonduktor.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.










